Computer-Automotive-Electronics (Seko Personal Blog)


Komparasi CDI Aftermarket Buat Jupi MX
October 1, 2010, 3:11 am
Filed under: Automotive | Tags: , , , , , , , ,

Meski dipakai setelah motor di-upgrade, CDI gak haram kok diaplikasi buat Jupiter MX standar. Sebab tinggal plug n play, terbukti tenaga meningkat. Terlihat dari hasil uji pada Jupiter MX kondisi standar yang baru jalan 850 km, pakai dynamometer Dyno Jet milik Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jaktim.

Dalam kondisi standar, dengan bahan bakar Pertamax, hasilnya 9,4 dk/8.300 rpm, torsi 10,18/5.700 rpm. Nah bagaimana dengan CDI aftermarket, yang kali ini diikuti TDR, BRT, Varro dan Rextor?

BRT Neo Hyperband

Rextor Adjustable

TDR

Varro

Rextor Adjustable
Untuk MX tersedia tipe adjustable, harganya Rp 550 ribu. Di dalamnya termuat 30 mapping, “Sedang yang bisa disetel maju atau mundur timing sebanyak 4 derajat,” urai Robert Cong dari PT Global Motorindo, distributor Rextor.

Namun hasil yang tercatat malah menunjukkan penurunan tenaga maupun torsi. Tercatat power 8,63 dk/6.700 rpm, torsi 9,33/4.300 rpm. Hal ini terjadi dimungkinkan karena pemilihan kurva kurang tepat. “Juga perlu pengaturan ulang ukuran spuyer karburator,” lanjut Robert.Telp.021-42876931

Varro
Rilisan Junior Motorsport (JMS). Jenisnya fix tanpa ada setelan apapun. “Kurva pengapiannya diset mirip standar bawaan Jupiter MX, hanya pada beberapa titik diubah agar hasilnya lebih optimal,” terang Thomas, bos JMS. Harganya Rp 353 ribu.

Hasilnya pun ternyata cukup memukau, terutama torsi yang bisa meningkatkan paling besar. Sedang tenaga hanya naik 0,53 dk. Powerband menjadi sedikit lebih luas. Telp.021-8751140.

TDR
Adjustable dan punya 6 pilihan kurva dengan timing pengapian berbeda. Pemilihan disesuaikan kebutuhan. Gimana settingan CDI dibanderol Rp 1 juta ini untuk motor standar? “Rekomendasinya posisikan setelan pada angka 4,” beber Benny Rachmawan, kepala R&D Mitra2000.

Hasil tes, baca tabel. Tapi memperhatikan grafiknya, terlihat jika dari awal tenaga langsung meningkat, artinya dari awal tarikan lebih nendang. Telp.021-6930777

BRT Neo Hyperband
Pelopor CDI lokal ini diwakili tipe paling terjangkau, Neo Hyperband, yang tak ada setelan apa pun, “Jadi plug & play,” kata Willy Dreskandar, dari gerai F16 di kawasan Ciledug penjual CDI ini. Dijajakan sekitar Rp 400 ribu.

Kendati terjangkau, hasilnya tak mengecewakan (baca tabel). Grafik tenaga tak jauh beda dengan merek TDR. Telp.021-73446678

Kesimpulan
Lewat aplikasi CDI aftermarket ini, tenaga maupun torsi terkoreksi cukup signifikan. Tapi ada juga yang malah turuh. Indikasinya, harus ada penyesuaian ulang pada pemilihan kurva atau ukuran spuyer karburator.

Catatan: Tenaga standar yang kami pakai, sesuai hasil dari motor yang kami tes untuk uji CDI ini. Bukan mengacu dari data tes lama kami atau hasil tes klaim ATPM.
Data hasil pengukuran
CDI Tenaga Torsi
Standar 9,4 dk / 8.300 rpm 10,18 Nm / 5.700 rpm
TDR 10,03 dk / 8.250 rpm 10,38 Nm / 5.900 rpm
BRT Neo Hyperband 10,07 dk / 8.300 rpm 10,48 Nm / 5.900 rpm
Varro 9,93 dk / 8.150 rpm 10,57 Nm / 6.200 rpm
Rextor Adjustable 8,63 dk / 6.700 rpm 9,33 Nm / 4.300 rpm

sumber : otomotifnet.com


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: