Computer-Automotive-Electronics (Seko Personal Blog)


Optimalisasi Tiger Revo
March 3, 2010, 12:18 am
Filed under: Automotive | Tags: , , ,

Beberapa penunggang Honda Tiger Revo keluaran pertama (2006), mengeluhkan kondisi besutan mereka ke Kiki Gustiawan. “Kata mereka, setelah pemakaian 3 tahun dirasakan power Tiger makin loyo,” ucap mekanik bengkel umum Joery Motor Sport (JMS) di Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar.

Bermodal dari keluhan itu, seperti penyelidik kasus KPK Vs Polisi, Juki panggilan akrab Kiki melakukan pengusutan. Dari apa yang dilakukan dan tanpa rekayasa, Juki membeberkan penyebab power ngedrop Tiger Revo setelah umur 3 tahun. “Pastinya dengan solusi dan penyesuaiannya, dong,” ujarnya.

Ring Piston

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Juki, part yang satu ini jadi sumber utama penyebab loyonya Tiger Revo keluaran 2006. Menurutnya, fisik part tersebut terlalu tipis sehingga umur pakainya tidak akan bertahan lama.

Untuk kondisi seperti ini, memang solusi yang paling tepat adalah dengan ganti ring piston baru. Buat urusan ganti, dianjurkan pakai ring piston bawaan Tiger keluaran lawas.

“Pasalnya fisiknya lebih tebal dibanding ring piston Tiger Revo. Dengan bentuk fisik yang berbeda, melakukan penggantian ring piston juga harus ganti piston,” ulasnya.

Setel Klep

Kelar ganti ring beserta pistonnya, Juki melakukan penyesuaian pada kerenggangan klep. “Dari pabriknya, bagian tersebut biasanya disetel rapat. Settingan seperti itu, sebenarnya malah memicu sedikit kebocoran pada klep. Pasalnya meski belum bergerak, noken as sudah menekan pelatuk yang berakibat klep sedikit terangkat,” terangnya.

Supaya hal itu tidak terjadi, maka setelan klep mesti dibuat sedikit renggang. Dengan berpatokan pada feeler gauge (alat ukur kerenggangan), Juki menyetel kerenggangan klep in dan ex pada angka 0,051 mm.
Pilot Jet

Suplai bahan bakar Tiger Revo terutama untuk putaran mesin bawah ternyata masih dianggap kurang memadai. Biar begitu mesin menyala bisa dirasakan keganasannya, maka pilot jet ukurannya mesti diperbesar.

“Dari standarnya yang berukuran 38, dinaikkan jadi 42 atau 45. Tapi enggak perlu latah ya, maksudnya main jet tetap bisa mengandalkan ukuran asli bawaan motor,” tuturnya.

sumber : otomotifnet.com


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: