Computer-Automotive-Electronics (Seko Personal Blog)


Setel Rantai Motor Buat Yang Berbadan Bongsor
June 25, 2009, 1:08 am
Filed under: Automotive | Tags:

Dengan muka bete, Dino curhat ke Anto. Malam minggu lalu, dia abis dijutekin pacarnya; Vira. Gara-gara, rantai motor putus, mereka batal jalan-jalan. “Padahal, malam itu Vira udah dandan secantik mungkin,” keluh Dino ke sahabatnya itu.

Sebenarnya, masalah rantai putus bukan 1-2 kali dialami penunggang sebuah motor sport Jepang itu. “Sering banget. Tiap kali ganti rantai dan gir baru, tiga bulan kemudian udah aus, trus putus,” terang remaja berbobot ekstra itu.

“Oh.. kalo itu mah masalahnya ada di elo dan setelan rantai motor lo!” sahut Anto. Karena menurutnya, nyeting rantai buat rider berbodi big size gak bisa disamain dengan yang berbadan normal. “Jangan tersinggung, ya Din!”

“Maksudnya?” tanya Dino. “Ada trik tersendiri. Metode ini juga berlaku buat pengendara yang kerap bawa barang berlebihan dari batas yang ditentukan,” jelas Anto. “Waduh, jadi penasaran nih, To. Gimana caranya?”

Oke. Setelan rantai menurut standar pabrikan jarak main bebasnya berkisar 2,5–3 cm saat motor tidak dinaiki. Namun itu berlaku bagi yang punya berat badan rata-rata. Bila pengendara berbobot lebih, setelannya lebih banyak.

Bisa begitu, karena dengan beban lebih banyak, ayunan roda akan lebih besar. “Pertama saat baru didudukin, pasti sudah amblas. Ditambah ayunan saat lewat jalan tak rata, bila dikasih setelan standar, rantai akan lebih tegang,” urai Marcell Dika Febrian dari bengkel umum Pamor Racing (PR).

Efeknya, gir dan rantai akan cepat aus. “Bahkan bisa putus, tuh!” tambah pria yang berpraktik di Jl. Pajajaran No.24, Pamulang, Tangerang. Dengan prinsip tersebut, mau tak mau penyetelan rantai harus melibatkan pengendaranya.

Paham, kan? Mari kita praktikkan di Honda Tiger. Pertama, cari dulu posisi rantai pada kondisi paling tegang, “Caranya, motor diparkir dengan standar tengah. Putar rodanya pelan-pelan sampai terlihat menegang,” terangnya

Kalo itu tak dilakukan, maka pekerjaan kita akan sia-sia. “Sebab itu kunci dalam menyetel rantai,” tambah mekanik umur 25 tahun ini. Nah, bila bagian terkencang sudah ketemu, lipat standar tengah dan suruh pengendara naik atau dengan boncengan.

Dalam posisi begitu, kendurkan mur roda , lalu atur mur setelan rantainya , beri jarak main bebas rantai sekitar 2,5 cm lagi. Bila telah beres, kencangkan lagi mur roda. “Selama proses nyetel, pengendara tetap di atas motor. Jika sudah selesai dan pengendara atau pembonceng turun, silakan diukur pasti akan lebih dari 3 cm (gbr.4),” tutupnya mantap.

Sumber : Otomotifnet.com


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: