Computer-Automotive-Electronics (Seko Personal Blog)


Cara Kerja Autochoke
June 15, 2009, 3:49 am
Filed under: Automotive

Salah satu fitur yang terdapat pada karburator motor terkini adalah autochoke. Dengan piranti ini memungkinkan pengendara tidak perlu menarik tuas cuk ketika sulit menghidupkan mesin di pagi hari. Karena Autochoke secara otomatis akan menyeimbangkan komposisi bahan bakar dan udara saat kondisi mesin masih dingin.

Di line up Honda, ada dua sepeda motor yang sudah menggunakan autochoke yaitu,Vario dan BeAT. Sedang Yamaha di wakili Nouvo Z. Dan terakhir pada Suzuki terdapat pada skutik terbaru mereka yaitu Skydrive. Bagaimanakah cara kerjanya?

Pada prinsipnya ketiga pabrikan ini punya cara kerja yang sama. Sama-sama memanfatkan thermowax untuk menggerakkan starter plunger untuk membuka dan menutup. Wax yang peka terhadap suhu ini bergerak karena adanya panas akibat arus listrik yang mengalir ke PTC (positive temperatur coefficient) heater.

Posisi autochoke dan komponen di dalamnya
“Pada saat kondisi mesin tidak hidup dan temperturnya masih dingin, volume thermowax kecil sehingga starter plunger dalam kondisi membuka lubang choke,” buka Dado, dari Service Division PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Lubang choke terbuka, artinya starter jet juga terbuka yang akhirnya membantu memperbanyak debit bahan bakar agar mesin lebih mudah hidup.

Ketika mesin sudah bekerja dan PTC heater dialiri arus listrik maka tercipta panas yang akan membuat wax di thermowax mengembang dan menutup starter jet. Artinya mesin dianggap telah panas dan telah mampu bekerja normal. Konsumsi bahan bakar dispulai dari pilot jet dan main jet dengan volume sesuai putaran mesin atau pergeratan katub gas.

“Saat suhu mesin telah mencapai temperatur optimal sekitar 80 derajat celcius, mesin sudah bisa hidup dengan mudah jadi tidak perlu choke lagi,” lanjut Endro Sutarno, technical service training instructor, PT Astra Honda Motor.

Perbedaan Autochoke Honda, Yamaha dan Suzuki
Meski begitu autochoke pada ketiga pabrikan ini punya perbedaan. “Autochoke Suzuki Skydrive menggunakan sensor suhu,” ungkap Joseph Anthony Tan, kepala training roda 2 PT Indomobil Niaga International (IMNI). Begitu juga dengan Yamaha, dilengkapi thermoswitch untuk mengatur kapan arus listrik ke PTC heater dialiri atau di putus berdasarkan suhu mesin.

Sedang pada Vario bukan hanya pakai sensor suhu. “Pada Vario ada dua macam sensor, pertama dengan ignition pulse dan satu lagi dengan engine coolant temperature (ECT) sensor. Sedang BeAT tanpa ECT,” terang Endro.

Heater akan dialiri arus listrik ketika putara mesin yang terdeteksi dari ignition pulse mencapai 700 rpm. Pada Vario ECT sekaligus memberikan input yang sama pada suhu 40 derajat celcius. Sedang pada BeAT yang tidak ada ECT jadi tidak ada input sensor suhu, murni menggunakan sensor di ignition pulse.

Skema pada autochoke Honda Vario
“Pada vario dilengkapi ECT karena sudah dilengkapi radiator. ECT ini juga berfungsi untuk menyalakan indikator overheat yang bisa dilihat di speedometer,” terang pria ramah ini.
Vario bisa bekerja tanpa ECT? “Bisa saja karena sensornya jadi sama dengan BeAT hanya menggunakan input dari ignition pulse,” yakin Endro.

Kalau ECT-nya rusak dan enggak mau bekerja bisa dilihat dari lampu di indikator suhu yang ada di speedometer, bila lampunya mati bisa jadi karena ECT rusak.

Sumber : Otomotifnet.com


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: