Computer-Automotive-Electronics (Seko Personal Blog)


Seputar Tentang Olie Motor
May 5, 2009, 9:26 am
Filed under: Automotive

Pada dasarnya oli itu berfungsi melumasi mesin agar terhindar
dari kerusakan yang diakibatkan pergesekan antara satu part
dengan part lain, sekaligus sebagai pendingin bagi mesin motor kita
seiiring perkembangan teknologi mobil dan motor produsen oli pun
tidak mau kalah menciptakan oli oli yang berkualitas tinggi,
yang mampu memenuhi tuntuan produsen mobil dan motor dunia.

Oli biasanya punya spesifikasi yang tertera di setiap kemasan yang
dikenal dengan API Services (American Petrolium Institute) suatu lembaga
sertifikasi pelumas internasional.

Kode API Service dimulai dari SA SB SC SD SE SF SG SH SJ SL dan
yang tertinggi saat ini adalah SM.

SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)
SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001)
SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004)
SM – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2005 – keatas)

Kode S bermakna Spark atau mesin bensin dan huruf dibelakangnya
menunjukkan urutan pengembangan pelumas. Artinya, setiap muncul
kategori yang baru, sudah pasti memenuhi klasifikasi oli sebelumnya.

Untuk kendaraan roda dua yang beredar di indonesia, gradenya cukup
sampai API SG saja tak perlu sampai SJ, SL apa lagi SM. Grade SM
disinyalir terlampau encer, bila dipaksakan dikhawatirkan bisa menyebabkan
selip pada sistem transmisi di karenakan kandungan zat anti frictionnya
terlampau tinggi, terkecuali oli tersebut telah bersertikasi JASO MA
(Japanese Automotive Standard Organization) yang juga tertera pada
kemasan oli. Pelumas yang sudah mengantongi kode ini dirancang tidak bikin
selip kampas kopling. Tidak ada istilah mesin meraung meski jalan di tempat.

Kode Lainnya yang tertera adalah SAE (Society of American Engineers)
yang menunjukkan kekentalan oli sesuai dengan kebutuhan mesin.
untuk motor yang bermukim di perkotaan, menggunakan SAE 20w-50 adalah
pilihan tepat, tapi tidak menutup kemungkinan anda mencoba oli dengan
kekentalan sedikit lebih encer yaitu 15w-40 yang lebih mampu bersirkulasi
dengan lancar melalui celah sempit pada mesin mutahkhir.

Agar kerja mesin ringan, pilih yang encer namun tahan suhu tinggi.
Seperti kode 10W50. Kode ‘W’ yaitu Winter atau dingin. Artinya kekentalan 10
pada suhu dingin dan 50 pada suhu panas.

Sehingga ketika suhu dingin pelumas 10W50 mudah distarter. Dan yang
paling penting saat kenaikan bensin seperti sekarang. Oli 10W50 mampu
bikin ringan kerja pompa oli. Tenaga yang diperlukan untuk memutar
pompa jadi lebih enteng. Bensin pun tidak banyak tersedot.

Dari beberapa sumber ada yang menyarankan untuk kendaraan lama
harus menggunakan SAE 20w-50 (multigrade) atau SAE 40 (single grade)
yang memiliki kekentalan tetap, yang dapat bekerja baik pada suhu rendah
maupun tinggi, dan mampu menutup celah yang telah mengalami tingkat
keausan tertentu.

Mineral atau Sintetik kah?

Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar API-nya.
Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan minyak bumi, sedangkan
oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO
(PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan
oli Synthetic API SL.

Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru
(turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan
yang lebih baik (racing) dimana celah antar part atau logam lebih
kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan
mengalir sempurna.

Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang berteknologi lama
dimana celah antar part biasanya sangat besar/renggang sehingga bila
menggunakan oli synthetic biasanya menjadi lebih boros karena
oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut terbakar sehingga
oli cepat habis dan knalpot agak ngebul.

beberapa keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :
• Lebih stabil pada temperatur tinggi
• Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
• Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
• Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan
antar logam yang berakibat kerusakan mesin
• Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga
lebih ekonomis dan efisien
• Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin
• Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak

Motor tahun 2001 keatas disarankan menggunakan Oli API SG keatas misal
API SH/SJ atau SL.

SAE bisa 20W-50 atau 10W-40. Usahakan yang Semi
Sintetik karena lebih licin sehingga bisa masuk kecelah-celah metal mesin
yang sempit dan tahan oksidasi sehingga kualitas oli tidak gampang rusak
dan mesin jadi lebih bersih dan tentunya tarikan jadi lebih mantap. Dan
tentunya
oli oli tersebut telah bersertifikasi JASO MA

Berikut daftar sejumlah oli yang berhasil saya himpun,

Oli Repsol:
• Repsol Moto Racing 4T 10W50 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SJ; JASO
MA
• Repsol Moto 4T 15W50 Mineral Oil
• Repsol Moto Sintético 4T 10W40 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SG;
JASO MA

Oli Shell 4T:
• Shell Advance S4 SAE 10W-40, 15W-40, 20W-40, 20W-50, SAE 40
Mineral oil. Sertifikasi: API SF; belum JASO MA

• Shell Advance SX4 SAE 10W-40, 15W-40, 15W-50 20W-50 Mineral oil
• Shell Advance VSX4 SAE 10W-40, 15W-50, 20W-40 Semi Synthetic oil.
Sertifikasi: API SL – JASO MA

Untuk produk oli import musti cek kemasannya sebab walaupun kemasannya sama
tapi ada yang berbeda sertifikasinya. Jadi yang disana beli 35.000 kok
disini murah
cuman 25.000 ternyata beda sertifikasi. Waspadalah…!

Oli Top1 :
• SMO-MC SAE 20W-50 Semi Synthetic. Sertifikasi: API..??
• EVOLUTION SAE 15W-50 Synthetic. Sertifikasi: API SL

Oli Esso :
• Esso 4T 20W-40, 20W-50 Mineral Oil. Sertifikasi: API SF – JASO MA
• Esso 4T Power 10W-40, 15W-40, 15W-50, 20W-50 Mineral Oil.
Sertifikasi: API SG – JASO MA

• Esso 4T Pace 10W-40 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SJ-JASO MA
• Esso 4T Gold 10W-40, 15W-50 and 20W-50 Synthetic Oil. Setifikasi:
API SJ, SH (15W-50) – JASO MA

Oli Caltex:
• Caltex Revtex Fully Synthetic 4T SAE 10W40
• Caltex Revtex Semi-Synthetic 4T SAE 20W50
• Caltex Revtex Super 4T SAE 10W40, 20W40, 20W50.

Sertifikasi: API SG, JASO MA
• Caltex Revtex Plus 4T SAE 25W-40
• Caltex Revtex 4T SAE 40. Sertifikasi: API SF, JASO MA

Oli Mobil 1:
• Mobil Super 4T SAE 15W-50. Seritifikasi: API SG, JASO MA
• Mobil Extra 4T SAE 10W-40
• Mobil Racing 4T SAE 15W-50. Sertifikasi: API SJ, JASO MA

Oli AGIP :
• AGIP Super 4T MINERAL 15W-50
• AGIP TEC 4T SEMI-SINT. 15W-50
• AGIP Racing 4T SINT. 20W-50. Sertifikasi: API SJ

Oli MOTUL :
• MOTUL 3000 4T MINERAL 20W-50
• MOTUL 5100 Ester SEMI-SINT. 15W-50
• MOTUL 300V competition SINT. 15W-50. Sertifikasi: API SG – JASO MA

Oli Castrol
• Castrol GO API SE JASO MA
• Castrol Active 20W-50 Mineral. Sertifikasi: API SG-JASO MA
• Castrol Power One 15W-40 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SG-JASO MA

Oli Petronas
• Petronas Sprinta 4000 10W-40 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SG-JASO
MA
• Petronas Sprinta 5000 10W-40 Full Synthetic Oil. Sertifikasi: API SJ-JASO
MA

Oli Federal
• Federal Supreme Ultratec 20W-50 Mineral Sertifikasi: API SF
• Federal Supreme X 20W-50 Mineral Sertifikasi: API SG
• Federal Supreme XX 20W-50 Mineral Sertifikasi: API SJ
*Dikutip dari Forum HCST*


1 Comment so far
Leave a comment

terima kasih infonya

Comment by dedi




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: