Computer-Automotive-Electronics (Seko Personal Blog)


Yuk Buat Sendiri DC Stabilizer
June 30, 2009, 12:50 am
Filed under: Automotive, Electronics | Tags: ,

Setelah dipostingan sebelumnya dibicarakan booster accu dengan menggunakan rangkaian capacitor (capacitor bank) maka kali ini saya akan bahas DC Stabilizer versi Aktif. Maksudnya menggunakan komponen aktif seperti diode dan transistor. Rangkaian ini sudah digunakan di motor BMW type R80GS oleh designernya. Hanya saja metode regulasinya dengan menggunakan umpan balik ke kumparan medan alternator.Booster Accu 2

Cara kerja secara sederhana adalah : jika tegangan mencapai preset, maka switching akan off. Rangkaian di atas dihubungkan dengan kumparan medan alternator. Seperti kita ketahui, tegangan alternator sangat tergantung pada putaran engine motor. Selain itu tegangan output akan dipengaruhi oleh besaran arus dari kumparan medan alternator. Rangkaian regulator ini tidak seperti regulator tegangan dc type 3 (three) pin regulator sejenis 78XX. Karena dalam dunia otomotif, regulator didesain mirip dengan fungsi relay.

D(+) dihubungkan dengan kutub positif accu & D(-) dihubungkan dengan kutub negative accu. Fungsinya sebagai sensor terhadap tegangan accu. DF dihubungkan ke kumparan medan alternator. T2 adalah pasangan darlington jenis fast switching Transistor yang akan dilalui arus dari kuprok. Selama tegangan lebih rendah dari preset, D1 tidak menghantarkan tegangan. Sehingga T1 dalam kondisi switching off. Pada kondisi ini T2 dihubungkan ke ground lewat R3, maka T2 akan menghantar. Akibatnya arus yang menuju kumparan medan alternator akan meningkat. Dengan meningkatnya arus medan maka tegangan outputnyapun akan meningkat pula. Demikian sebaliknya jika tegangan meningkat akan membuat D1 menghantar. Dan T2 akan menghantar mendekati tegangan positif. Hal tersebut menyebabkan T2 menutup (switch on) sehingga arus yang menuju kumparan medan alternator akan mengecil. Efeknya tegangan alternator akan turun.

Rangkaian “J” (Jumper), bisa dihubungkan langsung dengan kawat biasa atau menggunakan diode. Seperti kita ketahui, drop tegangan untuk type “Ge” adalah 0,3V sedangkan untuk type “Si” adalah sebesar 0,6V. Harap hati-hati rangkaian tersebut tidak ada pembatas kelebihan arus. Saran dari designer adalah pemasangan resistor 0,18 Ohm diseri dengan T2. Jangan lupa hitung pula disipasi daya pada resistor pembatas arus tersebut. Dan yang terakhir jangan lupa memasang pendingin yang cukup di T2 karena akan dilalui arus yang cukup besar sehingga akan sangat panas. Selain itu harus dilapis dengan spray lapisan plastic agar tidak mudah hubung singkat.

Sekali lagi “Hati-Hati” karena system regulating tegangan berbeda dengan system yang sudah ada. Semua resiko akan kembali kepada anda.

Sumber : Joergs Electronics

About these ads

29 Comments so far
Leave a comment

Om, mo tanya apakah regulator ini bisa dipake buat rubah lampu AC ke DC supaya akinya gak tekor?
coz banyak yg jual regulator tersebut harganya 300.000-350.000 an, buat kantong cekak pikir 3x deh. he he he.

Comment by tono

arus lampu apakah diambil dari accu atau dari alternator sebenarnya tidak menjadi masalah. yang jadi masalah adalah daya yang bisa diberikan oleh alternator itu sendiri. Jika daya alternator misalnya 100watt dan beban terpasang aktif >dari 100watt otomatis accu akan tekor. Jadi lihat spesifikasi dari kemampuan alternatornya.

Comment by sekopati

klo mo liat spesifikasi kemampuan altenator dimana Om? Motor gwe Vega R 2005 (105cc)

Comment by tono

biasanya di buku panduan paling belakang disebutkan kapasitas alternatornya. jika tidak ada ya…coba tanya ke forum-forum roda 2 mungkin bisa membantu.

Comment by sekopati

Mas, punya rangkaian regulator tegangan dc type 3, saya mau tahu apakah bisa saya rangkai buat isi aki lebih cepat, karena alat charge aki sendiri input max 16 volt, klo dari spul motor bisa 90Volt pasti jebol.

Comment by tono

regulator teg dc type 3 maksudnya apa ya bro….? apakah pernah test tegangan output dari spul motornya sampai 90Volt?

Comment by sekopati

sorry aku baca di kett diatas “Rangkaian regulator ini tidak seperti regulator tegangan dc type 3 (three) pin regulator sejenis 78XX”
Trus kata montirnya(dan liat di situs) tuh spul bisa sampe 90 volt klo tanpa Kiprok, aku lom coba test sendiri.

Comment by tono

ok bro…saya paham. kalau tegangan sebelum kiprok bisa 90volt, tujuannya mungkin untuk memperkecil kabel dari spul ke kiprok. karena tegangan yang tinggi akan memperkecil diameter kabel untuk ukuran daya yang sama.

Comment by sekopati

mas tolong donk di perjelas simbol simbol dari wiring diagram nya…untul simbol L itu apa mas

Comment by wawan

untuk std simbolnya seperti std elektronika dasar saja mas. misalkan r= resistor, t=transistor, d=diode dan l=kumparan atau koil.

Comment by sekopati

nanya lagi mas….. kalau buat koil itu ada ukurannya ngga mas atau itu koil dari motor ….supaya kalau beli di toko elektronik ngga bingung mas sorry ya mas kalau mengganggu tp info nya memank tokcer saya dah buat kapasitor bank dan hasil nya mantap….

Comment by wawan

ada sih ukurannya pakai henry. biasanya diluaran mayoritas ukuran mili henry. cuma untuk dc stabilizer yg saya posting adalah versi advance. bukan versi regulator biasa. kalo mo yg sudah jadi bisa tuch beli di kaskus namanya regulator cp

Comment by sekopati

alkhamdulilah tok pokok e.. ini buat q sumbang sih buat kita kita anak negri yg minim tapi mau berkarya…jaminan Gak Bakal RUGI pa bila seseorang mau berbagi ILMUNYA ALLAH SWT…he heh e

Comment by sulis

jaza kallah akh

Comment by sekopati

bozz kalo bisa blh minta diagram komponen yg dah jadi aja krn dr dulu aq ga pernah lulus pelajaran elektro, suwer deh

Comment by joe

maaf ya masbro….saya juga belum pernah bikin paling mudah gunakan pcb yang berlubang. selanjutnya tinggal sesuaikan dengan wiring diagramnya.

Comment by sekopati

mas xo bua ac stabilizernya gemana??

Comment by ei

ac stabilizer buat apa bro? motor kah? pada prinsipnya kalau ac stabilizer sama saja seperti inverter. cara kerjanya ac–>dc–>ac. contoh aplikasinya adalah ups, hanya saja ups ditambahi accu.

Comment by sekopati

iya mas buat motor, kalo saya liat di situs lain dc stabilizer itukan salah satu fungsinya buat penyetabul pengapian biar lebih tepat. nah kan ada motor yang siitem pengapiannya make arus ac semaca honda suprax,dll. nah xo begitu gemana mas???

Comment by ei

Mo tany gan:
1. Pasang rangkaiany sesudah kiprok/di paralel/seri sm kiprok?
2.komponeny tersedia semua d toko elektronik indonesia ngk?
Thanks berat y gan..

Comment by Hardiansyah

sesudah kiprok dan diparalel dengan accu bro…semua komponen dijual di toko2 alat2 electronoic

Comment by sekopati

Simply, one of the best article l have come across on this precious subject. I quite agree with your suppositions and will eagerly look forward to your forthcoming updates.

Comment by 行銷

mas,kalau stabilizer utk accu dobel (24v)apakah sama???

Comment by nandar prihadi

sama saja masbro…kapasitasnya tinggal dikalikan dua.

Comment by sekopati

mas untuk otput dan inputnya dari mana ya mas??
apa itu cukup di pasang di terminal (+) dan (-) batrey??

Comment by ei

input sekaligus output mas. ya memang betul.

Comment by sekopati

maaf mas nanya lagi.
kalau salah bikin efek terburuk yang bisa timbul apa ya kira-kira??

Comment by ei

minta skema rangkaian utk kiprok ,khususnya suzuki smash.

Comment by Dadang

maaf mas saya tidak ada datanya

Comment by sekopati




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: