Banyak anggapan, spidometer digital yang sensornya pakai magnet, seperti milik Honda CS-1 bebas perawatan. “Perlu dirawat juga dong, agar awet dan tak bermasalah,” buka Nehmat, kepala mekanik bengkel AHASS Dunia Motor Ciputat, Jl. Ir. H. Juanda No.34, Ciputat, Tangerang.
Kenapa begitu? Tentu saja, karena sensor pakai magnet, jika ada kotoran masuk dan dibiarkan, bisa mempengaruhi bacaan sensor itu. Efek lain bisa mengakibatkan aus, jangan sampai deh, karena dijual satu set harganya cukup mahal, Rp 220 ribu. Makanya ayo dirawat!
(more…)
Sangat menjengkelkan ketika motor mendadak “batuk-batuk” atau suara dari knalpot terdengar “nembak-nembak” saat Anda sedang berkendara. Gejala seperti itu membuat laju motor menjadi tidak lancar alias tersendat-sendat.
Solusi paling cepat dan aman, segera bawa motor ke bengkel. Tak ada salahnya juga kalau Anda perlu mengetahui biang penyebabnya supaya Anda sudah paham atau tidak dibohongi ketika membawa motor ke bengkel. “Ada beberapa hal yang menyebabkan timbul suara ledakan dari knalpot,” ucap Rusiyanto dari divisi teknik PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). (more…)
Ketika melesat di tengah hujan, mungkin ada pemilik Yamaha Scorpio mendapati terjadi perembesan air ke dalam tangki motor. Kalau sudah begitu, selain bikin karat, motor juga susah dihidupkan. “Biasanya ketika hujan atau mencuci, air merembes ke dalam tangki lewat sela-sela di tutup tangki, terutama untuk usia pakai motor di atas 2 tahun,” bilang Erik Arianto dari bengkel Pit Bike di Jakarta Barat.
Penyebabnya, per yang menekan tutup tangki sudah lemah akibat sering dibuka-tutup untuk mengisi bahan bakar. Solusinya, kata Erik, per yang menekan karet dibuat ideal seperti baru. Enggak usah diganti, tetapi cukup direnggangkan sehingga per kuat menekan karet. (more…)
Salah satu produsen busi terkenal Jepang, Denso mengumumkan, besok (6/1-2010) secara resmi mulai memasarkan produk terbarunya yang dinamakan “Twin Tip” buat konsumen di Negara Matahari Terbit tersebut.
Denso mengkalim, busi baru ini mampu mengirit konsumsi bahan bakar sampai 1,2 persen dibandingkan busi konvensional yang dibuat dari nikel. Keunggulan lain, menaikkan torsi 1,1 persen dan menurunkan kadar emisi karbondioksida (CO2) 0,8 persen.
Menurut Denso, busi ini sebenarnya sudah dijual di Amerika Utara dan Eropa (termasuk Rusia). Ciri khas busi ini, elektroda massa (ground) juga mempunyai ujung, seperti elektroda tengah. Dengan struktur seperti ini, pengapian menjadi lebih baik.
Tak hanya itu, busi ini juga menggunakan materi hasil pengembangan terbaru, yaitu campuran nikel, untuk elektrode massa dan tengah. Materi ini memungkinkan elektroda tengah dibuat 40 persen lebih kecil dibandingkan dengan busi konvensional yang dibuat dari nikel.
Dijelaskan, ukuran elektroda yang kecil bertujuan untuk mengurangi pembesaran nyala. Pasalnya, bila ukuran elektroda besar, busi akan menjadi dingin dan menyebabkan kinerja pengapian jadi menurun. (more…)
Filed under: Automotive | Tags: AHM Oil, Honda CS1, Idemitsu, MPX-01, Review
Setelah melihat di berbagai tabloid motor, akhirnya tertarik juga tuk mencoba olie rekomendasi pabrikan bikinan Idemitsu. Oli tersebut adalah AHM Oil MPX-01 sertifikasi JASO MA API SJ 10W-30. Harga oli tersebut cukup murah, yaitu cukup sediakan uang sebesar Rp 36,000 perak buat 1 liter oli. Kalau Oli sebelumnya yang saya review adalah Fastron Synthetic (harga Rp 54,000) yang biasa saya pergunakan sampai km 2500. Penasaran dengan performanya ….!!! silakan menyimak dengan sabar… (more…)
Filed under: Automotive | Tags: Knalpot aftermarket, Komparasi, Ninja, RR150
Selain Ninja 250 R, produk Kawasaki yang juga diminati; Ninja 150 RR. Desain bodinya yang full fairing nan sporti, banyak dipilih rider muda. Sebagai produk yang masuk dalam kategori laku di pasaran, membuat banyak yang jual aksesori pendukung performanya.
Salah satu knalpot. “Dari yang impor sampai lokal banyak yang jual. Lokalnya aja dibagi jadi kelas premium yang harganya di atas Rp 1 juta dan kelas medium dibanderol Rp 1 juta ke bawah,” ujar Ryan T, pembesut Ninja 150 RR edisi 2008 asal Depok.
Nah, agar tak pusing menentukan pilihan, lebih baik simak deh komparasi 7 knalpot lokal khusus Ninja 150 RR berikut ini (hasil uji dyno, lihat tabel). (more…)
File DLL (Dinamic Link Libraries) adalah perpustakaannya Windows. Apa pun yang dibutuhkan Windows, bakal dicari di file berjenis DLL ini.
Saat program aplikasi dijalankan, file-file DLL yang menyertainya akan dipanggil ke dalam memori (RAM) dan terus berada di sana selama si program masih dijalankan. Kadang, beberapa program meninggalkan file DLL ini di memori, yang tentu saja akan memenuhi ruang memori.
Nah, supaya ruang memori terasa lebih lega, ikuti langkah berikut.
1. Klik “Start”, lalu ketikkan “regedit” untuk membuka jendela Windows Registry Editor.
2. Carilah alamat registry “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer”.
3. Di alamat tersebut, buat satu string value baru bernama “AlwaysUnloadDll”.
4. Berikan nilai 1 pada String value ini. Jika suatu saat Anda ingin menonaktifkannya, cukup ganti nilainya dengan 0.
5. Tutup jendela Registry Editor dan reboot komputer.
Mulai sekarang, caching file DLL akan dihindari dan ruang memori untuk program lain menjadi semakin besar.
Sumber: PCplus
Filed under: Automotive | Tags: Bore Up, Honda, Karburator, Upgrade Performa, Vario
Bore-up Honda Vario? Agar tarikan tetap mumpuni, otomatis karburator aslinya yang tipe vakum ukuran 22 mm harus diperbarui dan disesuaikan dengan kebutuhan mesin, dong. Umumnya sih, model skep manual dan berventuri besar.
“Kalau enggak diganti kasihan mesin, bisa jebol karena gak sesuai dengan ruang bakar yang sudah gede,” ungkap Johny Holle mekanik dan pemilik bengkel Johny Holle Motor (JHM).
Nah, memilih karbu pengganti tentu harus cermat. Artinya, ukuran diameter venturi besar yang cocok sama Vario dan apa kudu mengganti intake manifold atau tidak? Sehingga kebutuhan bahan bakar yang diisap mesin tidak kekurangan atau kelebihan. (more…)
Di edisi otomotif 28:XIX, dicantumkan sebuah upgrade buat penggemar kecepatan di Honda CS1. Yaitu garapan Wawan Setiawan dari bengkel WMC racing. Hasil racikannya bisa melesat 148Kpj dalam jarak 700 meter. Wah kenceng juga ya….terus apa saja yang diganti ya….. Berikut tips : (more…)
Filed under: Automotive | Tags: Honda Absolute Revo, Knalpot aftermarket, Komparasi
Wajar aja kalau Muhammad Rani merasa bingung memilih knalpot racing buat mendongkrak performa Honda Absolute Revo 2009 kesayangannya yang baru ditebus sebulan lalu.
Kenapa? Karena seperti diulas di OTOMOTIF edisi No.26/XIX (pekan lalu), sudah ada sekitar 4 knalpot yang beredar di pasaran dengan desain dan harga yang bervariasi.
“Bingung tentuin knalpot apa yang cocok dan pas buat motor ini. Soalnya selain harganya terjangkau, modelnya juga menarik semua, sih,” aku pria asal Tangerang, Banten ini.
Nah biar enggak bingung lagi, akan dibeberkan hasil pengetesannya menggunakan dynojet milik tim balap Bintang Racing Tim (BRT) di Cibinong, Jabar. Keempat knalpot tersebut adalah 3D1, Ahau, AHRS F3 dan Kwangen Exhaust (KE) .
Metode Pengetesan
Sebelum tunggangan berkapasitas ruang bakar 110 cc ini dipasang knalpot racing, terlebih dulu dinaikkan ke meja dynojet dengan kondisi masih standar. Hasil yang diperoleh, power maksimal menunjukkan 6,60 dk/7.000 rpm dan torsi maksimalnya 4,08 Nm/5.400 rpm (1 Nm = 0,737562 lb ft). (more…)